#TechTalk: What is USB-C?

Udah liat Macbook 2015 yang fenomenal itu? Tau gak kenapa itu jadi fenomenal? Selain karena semakin tipis dan canggih, ternyata juga karena faktor berkurangnya jumlah port di Macbook terbaru. Dan satu-satunya port di Macbook itu adalah USB Type-C.

Macbook 2015
Hmmm...
Makhluk apaan tuh? Type-C? Emang USB itu ada berapa tipe? Jadi ada Type-A, Type-B, Type-C, Type-D gitu ya? Kalau makin banyak, nanti jadi serem ya kayak nama penyakit... Type-S. Tipes. #OkeGaring #skip

Mungkin sebagian besar di Indonesia masih bingung tentang USB Type-C. Nah untuk menjawab pertanyaan itu, kali ini gue mau bahas sedikit mengenai USB Type-C. Semoga membantu untuk kalian yang penasaran tentang apa itu USB Type-C. Selamat membaca!

USB-C itu apaan sih?

USB Type-C atau lebih keren disebut USB-C adalah format konektor USB (Universal Serial Bus) yang diperkenalkan pertama kali pada akhir 2014 bersamaan dengan publikasi perdana versi USB 3.1. USB-C berusaha mewujudkan makna "Universal" dari Universal Serial Bus. Maksudnya apa? Maksudnya USB-C rencananya akan menggantikan seluruh USB konektor yang sekarang banyak dipakai, termasuk USB-A, USB-B dan Micro-B



Terus kalau gadget gue pakai USB-A atau Micro-B, gimana cara bisa terhubung ke gadget yang pakai USB-C?

Tenang. Udah banyak kok converter nya. Dan gadget terbaru seperti Google Pixel C dan Macbook terbaru udah mengadopsi USB-C, artinya ini adalah konektor yang akan banyak dipakai. Jadi sebaiknya beli converter USB-C dari sekarang. Sedia payung sebelum ngojek payung.

USB-A female to USB-C male

Lalu bedanya USB-C dan USB 3.1 itu apa?

USB-C itu konektor fisik. Sedangkan USB 3.1 adalah software dan protokol elektroniknya. Jadi ya beda. 


Jadi kalau pakai USB-C cuma bisa terhubung ke gadget dengan USB 3.1 gitu?

Meski USB-C dan USB 3.1 dirilis bersamaan, bukan berarti eksklusif cuma bisa satu sama lain aja. USB-C bisa kok terhubung ke USB 2.0, DisplayPort, Thunderbolt, dll. 


Jadi, apa sih untungnya pakai USB-C dibanding tipe USB lain?

Pernah ngalamin kebolak-balik pas mau nyolokin chargeran atau flashdisk? Nah, gak akan kejadian kalau pake USB-C ini. Soalnya bagian atas dan bawahnya sama. Jadi gak akan kebolik-balik lagi. Tentang daya tahan juga USB-C jauh lebih baik dibanding jenis konektor USB lainnya (untuk saat ini). USB-C didesain untuk bisa menahan hingga 10 ribu cycles (colok dan cabut). Dan USB-C ini juga didesain untuk mumpuni transfer rate hingga 10Gbps dan maximum power transfer sampai 20V 4A (100W). Daya itu bahkan lebih untuk charge sebuah laptop atau menghidupkan sebuah layar monitor. 


USB-C cocok gak dipakai sama Thunderbolt 3?

Bisa sih. Cuma USB-C nya agak beda. Ada logo "lightning bolt" nya.




USB-C ke DisplayPort gimana? Bisa juga?

Sebaiknya sih kalau dari USB-C ke DisplayPort menggunakan converter aja.
kayak gini converter nya


Bisa pakai MHL lewat USB-C gak?

Secara umum, bisa. Hal itu bisa diperjelas dengan logo yang ada di device nya. Kalau ada logo MHL nya dan port nya USB-C, maka jelas bisa. Namun, gak semua device support untuk MHL. Jadi dipastikan lagi ke pabrikan dari masing-masing device.


Terus device apa aja yang udah pakai USB-C ini?

Udah mulai bermunculan sih. Mulai dari Macbook keluaran 2015 dan Google Pixel C; kalau smartphone udah diterapkan di Nexus 5X, Nexus 6P, OnePlus 2, LG G5, Samsung Galaxy S7, dll.

Google Pixel C


Wah keren juga ya USB-C...

Nah makanya... siap-siap deh mulai upgrade device yang support USB-C. Atau paling gak, beli converter nya aja dulu. Jadi nanti disaat udah massive penggunaannya, kita gak ketinggalan.



(Sources: DataproTrustedReview, and more)

Comments

Popular posts from this blog

#MyFirst: Pertama dan Terakhir. BPJS Ketenagakerjaan alias Jamsostek.

#MyFirst Tech Review: Xiaomi Mi4

Xiaomi Redmi 4X: Hape 1 Jutaan Yang Bisa Bikin Baper