My Unplanned Birthday

Loneliness is dangerous. It’s addicting. Once you see how peaceful it is, you don’t want to deal with people.

Feb 23rd.

That’s a powerful quote. Terlebih untuk hari ini; Hari ini disaat gue menulis bagian ini adalah tanggal 23 Februari 2016; Dua hari sebelum ulang tahun gue.

Setiap tahun, udah jadi ritual gue untuk libur pas ulang tahun. Kecuali 4 tahun lalu. Pas ulang tahun 4 tahun lalu, gue diundang manggung bareng Esa Sigit di Palembang. Dan disana gue dapet surprise dari penonton karena dinyanyiin lagu selamat ulang tahun rame-rame. Memorable.

Dan untuk tahun ini, gue berencana untuk cuti dari kerjaan dan menghabiskan waktu bersama diri gue sendiri. Ya, sendiri.

Orang tua gue lagi umroh, jadi gue gak bisa ngerayain bareng mereka. Kakak dan adik gue sibuk di hari itu, ya karena gue ulang tahun di weekdays. Dan gue jomblo. Dan teman terkasih pun sedang tidak ada...... #selesai

Sebenarnya gue gak punya rencana pasti apa yang akan gue lakukan di ulang tahun gue nanti. Gue juga sampai browsing beberapa keywords di Google mencari artikel-artikel yang mungkin bisa kasih gue inspirasi untuk ngisi hari ulang tahun gue.

Gue mulai membaca beberapa blog, artikel, dan forum berdasarkan pengalaman orang-orang yang melewati ulang tahun mereka dengan sangat mengagumkan dan sendirian. Mulai dari No Internet selama 10 jam dari siang sampai malam hari, pergi perjalanan jauh sendirian, sampai beli makan gratis untuk dibagikan ke orang-orang di jalan. Gue pun akhirnya mulai menulis satu per satu rencana gue.


Ya semoga rencana-rencana ini bisa terlaksana semua. Terutama yang terakhir.

Feb 25th.

This is the day.

Hari pelaksanaan semua rencana gue.
Hari ini gue bangun pagi beberapa kali untuk ke kamar mandi, dan kemudian lanjut tidur lagi. Sesuatu yang jarang bisa gue dapatkan: Tidur yang banyak.

Selesai bangun tidur, gue sarapan mie instant. Sebenarnya sehari-hari gue ini jarang sarapan. Dan di hari ini sengaja gue memilih sarapan paling tidak sehat di daftar makanan yang gue punya. Kenapa? Karena ini hari gue. Gue bebas mau ngapain aja. Hahaha


Semalam ada ritual tiup lilin. Seperti biasa.
Gue menyalakan lilin sekitar 10 menit sebelum pergantian hari. Meditasi beberapa menit, dan kemudian tepat jam 12 pas, lilin gue tiup.

Agak beda rasanya dibanding tahun-tahun lalu. Tahun ini terasa lebih lega dan tenang. Doa yang gue lantunkan dalam hati pun terasa makin sederhana. Entah kenapa gue tidak menaruh harapan apa-apa di hari ulang tahun gue kali ini. Tahun-tahun sebelumnya gue selalu punya target dan harapan akan seperti apa gue menjalani hari ulang tahun gue. Mungkin itu faktor karena punya pacar juga sih di tahun-tahun sebelumnya. Jadi harus mikirin dinner dimana dan lain-lainnya. Kalau sekarang kan sendirian. #LOL

Setelah sarapan singkat, gue langsung bersiap-siap. Sebenarnya gue masih belum tau mau kemana dan ngapain hari ini. Gue cuma fokus bahwa gue mau beli kado buat diri gue sendiri. Dan gue memilih kado buku.

Cuaca sepanjang pagi hujan deras. Bahkan sampai pukul 10 pagi, belum keliatan sinar matahari masuk ke kamar gue. Rasanya kayak masih subuh. Dan sebenarnya ini adalah cuaca favorit gue. Cuaca yang pas buat cuddling. Tuhan kayak kasih kado cuaca favorit gue di hari special ini. :)

Sebelum makan siang gue udah sampai di sebuah toko buku di salah satu mall di Jakarta. Gue belum pernah ke toko buku ini sebelumnya. Jadi ini kali pertama. Bisa gue bilang ini salah satu toko buku impor yang terbesar di Jakarta. Keren toko bukunya. Banyak spot seru. Layout nya juga menyenangkan.


Ada beberapa buku yang menarik yang gue temuin disini. Salah satu nya buku merah ini. Judulnya Fortune-Telling Birthday Book. Isinya ramalan karakter orang berdasarkan tanggal lahirnya. Seru abis. Sotoy abis.



Gue juga nemu buku dengan cover luar biasa inspiring kayak buku di bawah ini.
unless you're wine... or KPAI.
Dan juga ada beberapa yang menarik di sudut-sudut toko buku ini. Diantaranya papercraft berbagai bentuk. Sisi cute gue pun terpanggil~~~ #LOL


Setelah lama memilih buku, akhirnya gue memutuskan membeli buku The Books of Questions tulisan Gregory Stocks. Yang kocak, gue gak beli buku ini di toko buku ini. Loh? Kok bisa?

Jadi pas gue nanya stok buku ini, ternyata habis. Dan pas gue jalan ke toko buku kecil yang gak jauh dari toko buku ini, eh malah ada! hahaha jadilah gue beli buku ini disana. #random

Sebelumnya gue mau beli buku JK Rowling yang Very Good Lives. Cuma pas mau ke kasir, gue baru ingat kalau gue udah punya e-book nya dan belum sempat dibaca. Sebenarnya gak apa juga sih beli buku fisiknya. Tapi gue tipe yang "kalau udah ada e-book nya, gak usah beli buku fisiknya". Gitu...

Setelah dari toko buku, gue ke Starbucks yang ada persis di depan toko buku nya. Dan pas pesen Ice Green Tea Latte, baristanya tiba-tiba nanya ke gue, "Mas Wisnu lagi ulang tahun ya?".
"Loh kok tau?"
"Ada record nya di Starbucks Card nya, Mas. Selamat ulang tahun ya, Mas Wisnu"
"Ooo gitu... hehehe.. Makasih.. Makasih..." gue ketawa salah tingkah.
"Kalau gitu, Ice Green Tea Latte nya gratis, Mas Wisnu. Soalnya Mas Wisnu sedang ulang tahun"
"Wah? Makasih yaa"
Dan gue pun dapat minum gratis!
Meski ternyata yang gratis hanya 1 pesanan minum pertama. Selebihnya tetep bayar. Hahaha... Anyway, thank you Starbucks!
Ice Green Tea Latte (di dalam tumbler) nya gratis. Sisanya bayar.

Btw, The Book of Questions ini beneran menohok loh isinya. Bayangin aja kalau halaman pertamanya aja udah begini...

Halaman pertama aja bikin susah jawab...

Setelah dari toko buku dan ngopi di Starbucks, gue mendadak ditelepon sama sahabat gue, Tiwi. Tiwi adalah sahabat gue selama hampir 9 tahun terakhir ini. Dia ngajak gue ketemu di sebuah coffeeshop di Kelapa Gading. Nama coffeeshop nya Retorika Coffee. Tempatnya gak terlalu besar, tapi mereka punya Chocolate dan Green Tea Latte yang enak. 

Perjalanan gue ke sana, ternyata gak semulus bayangan gue. Dari Senayan ke Kelapa Gading di jam pulang kantor sukses bikin gue ngabisin 2 jam di perjalanan. MACET! Sempet bete karena ulah pengendara lain yang gak tertib di jalan, akhirnya gue mulai menemukan cara untuk menikmati perjalanan panjang gue. Sepanjang jalan gue foto-foto langit dan karaoke lagu-lagu yang ada di music player gue. Puluhan lagu sukses gue nyanyiin di sepanjang jalan. Berasa konser. Sampai akhirnya sekitar jam 8 malam gue sampai di coffeeshop tempat janjian.

Menikmati langit sore.
Menikmati pemandangan absurd.

Sesampainya di Retorika Coffee, ternyata udah ada Tiwi di sana.
"Kok lama banget lo sampenya?", tanya Tiwi.
"Tadi gue keasikan karaoke di jalan"
"Macet ya?"
"MENURUT LO GIMANA?"

Kemudian gue dan Tiwi pesan minum masing-masing. Dia pesan Hot Green Tea Latte dan gue pesan Hot Chocolate. Enak.
Hot Chocolate enak

Setelah itu gue dan Tiwi berbincang seputar bisnis bersama yang mulai gue rintis bersama dia dan satu orang teman kami namanya Divi. Bisnisnya bergerak diseputar fashion dan apperals. Ya semoga aja bisa mulai jalan di 2016 ini. Amin!

Ditengah perbincangan kami seputar bisnis, eh tetiba dari luar coffeeshop ada beberapa orang bergerombol sambil membawa kue dan nyanyi "SELAMAAAT~~ ULANG TAHUUUN~~".

TERNYATA GUE DIKASIH SURPRISE ULANG TAHUN! :')


Sweet! :')

Yah ketahuan deh umurnya.....

Managing Expectation ternyata benar-benar ilmu yang luar biasa membahagiakan ya. Kalau kita bisa mengelola harapan dengan tepat, maka setiap kejutan akan menjadi lebih indah. Gue sedari awal gak berharap akan ada keriaan; gak menyangka ada kejutan; gak merencanakan canda tawa sebanyak malam ini. Gue mulai belajar cara bagaimana bisa mensyukuri apa yang gue miliki. Dan langkah awalnya adalah mengelola harapan.

Gue juga belajar bagaimana menyikapi kesendirian. Dan ternyata quote di awal post ini sangat akurat. Loneliness is dangerous. Selama ini orang berpikir bahwa kesendirian bisa membawa orang menjadi stres, depresi, bahkan jadi pemicu perilaku aneh-aneh (contohnya: hobi masturbasi. #ehm). 

Tapi ternyata ada sisi lain dari loneliness. Dengan terbiasa sendirian, kita bisa lebih mensyukuri peran setiap orang di hidup kita. Bahkan kita bisa lebih mensyukuri hal-hal kecil, seperti ucapan ulang tahun dari Barista Starbucks, disenyumin mbak-mbak di loket pembayaran tol, dan bahkan peran penyiar radio yang menemani kita sepanjang berkendara. Hal yang mungkin kita anggap remeh; hal yang mungkin selama ini kita lewatkan begitu saja; namun ternyata begitu berkesan.

Dengan sendirian, kita juga bisa belajar untuk berhenti menuntut; mengurangi kebiasaan demanding. Tau gak sih kelemahan terbesar orang Indonesia? Menurut gue, yaitu terlalu demanding. Terlalu menuntut. Kita sering liat kan bahwa orang-orang merasa bahwa privilege yang mereka punya adalah sebuah "kewajaran" atau "keharusan", sehingga kalau tidak ada artinya ada yang kurang. Kenapa logika berpikirnya gak dibalik menjadi: memandang privilege itu sebagai bonus. Sehingga kalau gak ada ya gapapa, dan kalau ada artinya itu sebuah kejutan manis. Lebih sehat bagi pikiran kan?

Gue juga jadi sadar kalau terkadang kesendirian adalah obat yang ampuh bagi jiwa yang aktif, ramai, dan penuh. Kesendirian adalah bagian hidup yang sebaiknya memang diluangkan setiap orang untuk merefleksi dirinya dan apa yang pernah dilakukan. Kesendirian adalah spiritual time yang dibutuhkan tiap orang. Karena suara hati kadang terlalu lembut untuk bisa didengar disaat kita sibuk. Kita membutuhkan waktu hening. :)

So, this is my story about my unplanned birthday; my "me time". So how about you? Go get your own "me time". If you did, please tell me how was it. :)


I love you guys! :)

ps: Thanks to Tiwi, Ayu, Brahma, and Neta.


Comments

  1. Selama gw mengenal lo dan menjadi sahabat lo dengan cara kita, baru kali ini gw melihat lo mengalami proses hidup yang natural dan mengajarkan org lain, terutama gw.. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

#MyFirst: Pertama dan Terakhir. BPJS Ketenagakerjaan alias Jamsostek.

#MyFirst Tech Review: Xiaomi Mi4

VR Box vs Xiaomi VR: Mana Yang Lebih Bagus?