Birthday



kamar itu gelap.
kamar yang sesungguhnya sangat berantakan itu, terlihat rapi dan tenang. menyatu dalam gelap.
hanya ada satu sumber cahaya disana. sebuah lilin yang baru saja dia nyalakan beberapa menit yang lalu.
dia menatap lilin itu untuk beberapa lama.
pandangan kosong.

semuanya hening. tak berucap.
detak jantung pun memelankan pacu nya. berusaha sehening mungkin.
hanya terdengar alunan nafas nya yg lirih dan bunyi jendela kamar yg sesekali bergetar karena tiupan angin yg kencang di luar.
seperti tak ada tanda2 kehidupan di ruangan ini.
bahkan dia seperti mati. membisu.

entah apa yang ia pikirkan.
memang ia terbiasa sendiri. terbiasa diam.
namun hari ini terasa berbeda.

setelah puas memandang lilin orange itu, dia tersenyum.
seperti telah menemukan jawaban setelah lama berpikir dalam.
namun tak ada raut kejujuran di senyum itu.
dia pun menyadari nya.
tak ada jawaban yang ia temukan.
hanya kebingungan yang semakin berat.




ia menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dalam-dalam.
sesaat ia berharap semua beban ini menghilang seperti asap yang menghilang dan berputar di hadapannya.
ia berharap semua beban ini lenyap bertepatan dengan dering alarm pergantian hari ini.
ia berharap hidup yang baru dimulai pagi ini.
tapi tampaknya tidak.

"aku sudah terbiasa"
meyakinkan dirinya. sebuah senyum tergurat dan air mata memenuhi kelopak matanya. hampir terjatuh.

hari ini ulang tahun nya yang ke-17. yang hanya ada satu hari dalam hidupnya.
tapi semua hanya tau itu hari Minggu.
tak ada yang ingat. tak ada yang tau.
hari Minggu yang akan hanya ada satu untuknya.

"selamat ulang tahun"

ia meniup lilin untuk dirinya.
membuat semuanya gelap. membuat ia melebur dalam gelap.
hilang.





26 feb 2009.

Comments

Popular posts from this blog

#MyFirst: Pertama dan Terakhir. BPJS Ketenagakerjaan alias Jamsostek.

#MyFirst Tech Review: Xiaomi Mi4

Xiaomi Redmi 4X: Hape 1 Jutaan Yang Bisa Bikin Baper